SURYANINGSIH


AKADEMI AKUNTANSI YKPN





1.  Mengapa pegelolaan organisasi atau perusahaan harus berbasis Etika? 

➜Karena Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu organisasi untuk dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji atau benar sehingga akan menghadirkan citra organinsasi yang bagus. Organisasi yang berbasis etika akan menghasilkan suasana yang kondusif ,tidak merugikan organisasi lain, dan tidak melanggar aturan hukum yang berlaku yang selanjutnya organisasi akan bertahan dalam waktu yang lama karena adanya kepercayaan dari masyarakat maupun anggotanya.

2.   Jelaskan Pertanggungjawaban yang tidak berbasis Etika ! Berikan Contoh!

➜ Pertanggungjawaban yang tidak berbasis etika adalah pertanggungjawaban yang tidak sesuai dengan pedoman prinsip-prinsip etika bisnis dan profesi. Yang selanjutnya akan berakibat kepada keuntungan yang menurun atau bahkan rugi dan kinerja organisasi yang tidak akan bertahan dalam waktu yang lama hal ini dikarenan tidak adanya kepercayaan dari konsumen.

Contoh:
  • Penjualan produk ke luar negeri yang sudah terbukti merusak kesehatan dan tidak diperbolehkan didalam negeri
  • Mengambil barang-barang kantor untuk dibawa pulang
  • Berbohong dengan alasan sakit untuk menutupi pekejaan yang tidak beres
  • Perusahaan membayar upah pekerja yang rendah dibeberapa negara berkembang untuk membuat sepatu mereka yang berharga tinggi
  • Penipuan produk yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan
  • Penjualan produk yang sudah kadarluwarsa

3.  JelaskanPrinsip-prinsip pengelolaan organisasi berbasis etika!

  1.  Prinsip Keindahan
   Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

  1.  Prinsip Persamaan
  Setiap manusia memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

  1. Prinsip Kebaikan
  Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Misalnya: hormat-menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya.

  1.  Prinsip Keadilan
  Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya merekaperoleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yangmenjadi hak orang lain.

  1.  Prinsip Kebebasan
   Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak oranglain.

  1. Prinsip Kebenaran
  Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat.

; 4  Mengapa capaian keuntungan suatu perusahaan tidak cukup untuk mengukur keberhasilan perusahaan ?


    Capaian keuntungan suatu perusahaan tidak cukup untuk mengukur keberhasilan perusahaan karena keberhasilan perusahaan dikatakan berhasil bila mampu memberikan kepuasan terhadap konsumen dan memberikan kesejahteraan bagi karyawannya Selain itu kita harus melakukan pengukuran pada beberapa faktor lainnya, misalnya: 
a.      Performa kepuasan pelanggan. Jika perusahaan tidak mampu menjaga kepuasan pelanggan, pelanggan akan beralih ke perusahaan lain. Dalam jangka menengah, kondisi ini akan berdampak pada penurunan penjualan dan citra perusahaan yang memburuk. Jika kondisi ini terus terjadi, pada akhirnya bisa mengancam kelangsungan hidup perusahaan. Sebaliknya, jika perusahaan berhasil menjaga kepuasan pelanggan, akan terjadi retensi pelanggan. Dengan adanya retensi pelanggan, penjualan akan beranjak naik  (penjualan yang berasal dari pelanggan baru ditambah pelanggan lama). Jika kondisi ini bisa diterus dipertahankan, perusahaan akan mampu bertahan dalam jangka panjang.
b.      Performa proses internal.
Jika kita tidak mengontrol proses internal, proses akan berjalan dengan tidak terkendali. Proses yang tidak terkendali akan berdampak pada output produk atau jasa yang tidak sesuai keinginan pelanggan. Jika kita tidak mengontrol efisiensi, pengeluaran akan membengkak. Pengeluaran yang membengkak bisa mengurangi keuntungan atau bahkan mengakibatkan kerugian pada perusahaan.
c.       Performa pembelajaran.
Jika kita tidak mendidik karyawan dengan baik, dampaknya karyawan menjadi kurang kompeten. Karyawan yang kurang kompeten dapat mengakibatkan proses produksi dan atau jasa berjalan dengan tidak baik sehingga output produk menjadi kurang bermutu. Output produk yang kurang bermutu bisa  mengakibatkan pelanggan tidak puas, dan akhirnya pelanggan pindah ke produk lain. Jadi ukuran Keberhasilan Perusahaan harus dilihat dari banyak aspek yang saling mempengaruhi satu sama lain 

   5Jelaskan apa yang akan terjadi jika pengelolaan perusahaan tidak mengindahkan prinsip Good Corporate Governance !


➜ Yang akan terjadi jika pengelolaan perusahaan tidak mengindahkan Prinsip GCG yaitu Strategi yang buruk (CG yang buruk) akan membuat perusahaan menghadapi kesulitan dalam memenuhi tanggungjawab ekonomi dan etika terhadap stakeholders, termasuk pemegang sahan dan karyawan.
Contoh lain yaitu, terjadinya kredit macet dan rendahnya daya saing produk Indonesia di luar negeri serta rasa ketakutan pada pihak pemilik perusahaan akan datangnya produk asing ke pasar dalam negeri merupakan suatu indikasi bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia tidak siap bersaing di pasar global (Syakhroza, 2000). Untuk itu tampaknya diperlukan upaya yang terpadu untuk mengupayakan peningkatan daya saing nasional dimana dalam hal ini upaya tersebut melibatkan pemerintah dan pengusaha secara bersama. Upaya peningkatkan daya saing berdasarkan perspektif good governance (GG), good corporate governance (GCG), Balanced Scorecard (BSC) dan etika bisnis merupakan konsep yang dinilai relevan dalam dinamika pengukuran kinerja di Indonesia seiring dengan upaya pemerintah untuk memacu kinerja perusahaan baik perusahaan milik pemerintah (BUMN), perusahaan publik maupun perusahaan swasta nasional (BUMS). Dalam GG,GCG, BSC dan Etika bisnis seluruh sumber daya yang dimiliki menjadi tolok ukur penting dalam menilai kinerja organisasi dengan berlandaskan moral yang kuat yaitu diawali dengan keinginan untuk mengindahkan nilai etis dalam berbisnis. Kata kunci: good corporate governance, etika bisnis, daya saing

6. Mengapa Governance sistem sangat penting dalam mendukung implementasi Good Corporate Governance?
Governance system sangat penting untuk mendukung implementasi Good Corporate Governance (GCG) karena : 



  • Untuk menambah dan memaksimalkan nilai perusahaan guna memenangkan kompetisi Global.
  • Untuk menghindari fraud dan KKN.
  • Untuk mendorong terciptanya pasar yang efisien, transparan dan konsisten dengan peraturan perundang-undangan yang berlandaskan pada beberapa prinsip dasar good corporate governance yaitu : 

1)      Transparency (keterbukaan informasi). Yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai perusahaan.
2)      Accountability (akuntabilitas). Yaitu kejelasan fungsi, struktur, sistem, dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
3)      Responsibility (pertanggungjawaban). Yaitu kesesuaian (kepatuhan) di dalam pengelolaan perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang berlaku.
4)      Fairness (kesetaraan dan kewajaran) .Yaitu perlakuan yang adil dan setara di dalam memenuhi hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku. Esensi dari corporate governance adalah peningkatan kinerja perusahaan melalui supervisi atau pemantauan kinerja manajemen dan adanya akuntabilitas manajemen terhadap pemangku kepentingan lainnya, berdasarkan kerangka aturan dan peraturan yang berlaku.


7. Berikan Contoh Governance Sistem!


Contoh Kasus Echical Governance

Permasalahan di dalam pemerintahan yang berhubungan dengan etika governance adalah KKN. KKN adalah adalah sebuah singkatan yang terdiri dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Adapun contoh kasus yang tejadi di dalam pemerintahan daerah, sebut saja kasus Ratu Atut terkait penyuapan penanganan sengketa pilkada Lebak.Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan bahwa KPK telah menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait penanganan sengketa pilkada Lebak. Hal itu disampaikan Abraham dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (17/12/2013). "Telah ditemukan lebih dari 2 alat bukti untuk tetapkan atau meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Dari bukti, KPK secara solid dan utuh memutuskan meningkatkan, menetapkan, Atut Chosiyah, Gubernur Banten, selaku tersangka dalam pemberian berkaitan dengan sengketa pilkada Kabupaten Lebak Banten," kata Abraham. Abraham mengungkapkan pada Kamis (12/12/2013) pekan lalu bahwa KPK telah melaksanakan ekspose secara luas antara pimpinan KPK, penyidik, dan satgas. "Dalam ekspose yang dilakukan tanggal 12 Desember, hari Kamis, telah disepakati dengan berbagai bentangan alat bukti dari penyidik dan satgas," katanya. Atut, kata Abraham, dijerat dengan Pasal 6 Ayat 1 Huruf a UU No 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. "Kenapa juncto? Karena dalam kasus itu, tersangka Ratu Atut dinyatakan secara bersama-sama atau turut serta dengan tersangka yang sudah ditetapkan terlebih dulu, yaitu TCW (adik Atut, Tubagus Chaeri Wardana) dalam kasus penyuapan Ketua MK Akil Mochtar," ujar Abraham. 

8. Sejarah Singkat pembentukkan COSO

COSO Didirikan tahun 1985 untuk mensponsori/ membiayai The National Commission on Fraudulent Financial Reporting (The Treadway Commission). Treadway Comission ini dibentuk untuk menginspeksi, menganalisa, dan membuat rekomendasi tentang apa yang terjadi pada saat itu, yaitu terjadinya kecurangan-kecurangan dalam pelaporan keuangan perusahaan (fraudulent financial reporting). Kemudian The Treadway Commission merekomendasikan agar organisasi-organisasi sponsor tersebut (AICPA, AAA, FEI, IMA dan IIA) bekerjasama untuk mengembangkan pedoman yg terintegrasi atas pengendalian internal. Dan akhirnya 5 organisasi ini membentuk sebuah komite yang saat ini dikenal dengan sebutan The Committee of Sponsoring Organizations of The Treadway Commission (COSO).


Treadway Commission sendiri dibentuk setelah terjadinya kegagalan bisnis oleh perusahaan keuangan yang sangat terkenal yaitu Savings and Loan (S&L).



 9. Apa yang harus dilakukan agar Sistem Pengendalian Interen dapat dibuktikan &diuji implementasinya?

Yang harus dilakukan adalah mendokumentasikan semua tindakan dan kegiatan yang dilakukan dalam organisasi misalnya, melalui laporan keuangan yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan atau audit .

Dengan adanya SPI ini maka laporan keuangan akan  mencapai pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Karena seluruh penyelenggara, mulai dari pimpinan hingga pegawai , akan melaksanakan tugasnya dengan jujur dan taat pada peraturan. Akibatnya, tidak akan terjadi penyelewengan yang dapat menimbulkan kerugian.


10. Elemen-elemen Sistem Pengendalian Interen menurut COSO

·        Lingkungan Pengendalian
Menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur yang menyediakan arahan bagi organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian dari orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut. 
·        Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Penentuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifkasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan PABU. 
·        Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas tersebut membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi risiko dalam pencapaian tujuan entitas. 
·        Informasi Dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. 
·        Pemantauan / Monitoring
Pemantauan adalah proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan desain dan operasi pengendalian tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi. Proses ini dilaksanakan melalui kegiatan yang berlangsung secara terus menerus, evaluasi secara terpisah, atau dengan berbagai kombinasi dari keduanya.










Sumber:
http://waldemarparulian.blogspot.co.id/2016/10/governance-system-dan-contoh-kasus.html?view=timeslide

Komentar